Eksplorasi Museum Ullen Sentalu Jogyakarta

Rasanya kurang lengkap kalau ke Jogya tapi tidak mampir ke Museum Ullen Sentalu Jogyakarta, yang tempatnya tidak jauh dari pintu masuk Obyek Wisata Kaliurang.
Silahkan lihat peta dibawah ini, pasti sangat mudah menemukan Museum Ullen Sentalu 🙂

05_allen_sentalu

Silahkan mengambil jalan lurus ke kiri pada pertigaan Patung Udang dan 500 meter kemudian pada pertigaan berikutnya ambil jalan kekanan dan 700 meter kemudian akan tiba di lokasi museum.

001_allen_sentalu

Museum Ullen Sentalu didirikan oleh keluarga Haryono yang mewarisi kebudayaan Jawa secara turun-temurun dari keluarga atau lingkungan tempat tinggalnya.

Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita. Museum ini didirikan oleh salah seorang bangsawan Yogyakarta yang dikenal sangat dekat dengan keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta.

01_allen_sentalu

Museum Ullen Sentalu merupakan sebuah konsep dari misi pelestarian nilai dan martabat budaya Jawa.  Merupakan suatu komunikator dari suatu kekayaan warisan tangible dan khususnya intangible, sehingga terjadi pertemuan antara pewaris dan warisan budaya.

02_allen_sentalu

Tur Museum Ullen Sentalu dipandu oleh Educator Tour, staf museum yang bertanggung jawab untuk membawa pengunjung ke dalam suatu penjelajahan budaya berlandaskan koleksi karya seni museum. Kehadiran koleksi dalam museum bertujuan sebagai jembatan komunikasi, sehingga Educator Tour harus menguraikan komponen nilai dan martabat budaya yang terkandung di dalamnya. Setiap koleksi dihidupkan melalui penceritaan narasi faktual dan mitologis hasil riset mendalam alam budaya Jawa. Eksplorasi melalui karya dan kata akan menuntun pengunjung untuk mengenal dan mengagumi budaya Jawa adiluhung yang diwariskan kepadanya.

06_allen_sentalu

Tur berkeliling Museum Ullen Sentalu ini diawali dengan memasuki bangunan yang diberi nama Goa Selo Giri, sebuah gua buatan dengan alur menembus bagian bawah tanah. Bangunan gua ini memang sengaja dibuat berkelok mengikuti kontur tanah yang tidak rata serta alur pepohonan yang tumbuh dengan rindang. Di dalam bangunan gua ini mengunjung disuguhi dengan koleksi seperangkat gamelan yang diletakkan di salah satu sudut ruangan serta koleksi-koleksi foto dan lukisan di bagian lorong-lorong yang menggambarkan kisah kehidupan para tokoh dan bangsawan pecahan dari Dinasti Mataram. Pecahan Dinasti Mataram ini meliputi Kraton Yogyakarta, Kraton Surakarta, Kraton Pakualaman, dan Kraton Mangkunegaran.

07_allen_sentalu

Menyusuri ruangan berikutnya kita akan diajak memasuki ruang Tineke yang berisikan syair-syair Tineke yang ditulis dengan tangan baik menggunakan Bahasa Belanda maupun dalam Bahasa Indonesia. Beralih ke ruangan berikutnya, kita akan koleksi kain batik dengan corak khas Surakarta, Yogyakarta serta motif pesisiran. Ada sebuah ruangan yang diberi nama Ruang Putri Dambaan. Ruangan ini khusus menyimpan koleksi barang-barang milik Gusti Nurul Koesoemawardhani, seorang putri tercantik dari silsilah keluarga Dinasti Mataram yang memiliki hobi berkuda serta memiliki prinsip yang tegas untuk menolak sistem poligami dalam sebuah rumah tangga.

09_allen_sentalu

Tur pun dilanjutkan memasuki ruangan yang diberi nama Sasana Sekar Bawana. Ruangan ini berisi lukisan raja Mataram serta sebuah patung dengan tata rias khas pengantin wanita Jawa.

10_allen_sentalu

Ruangan selanjutnya adalah Royal Room Ratu Mas. Ruangan ini khusus dipersembahkan untuk Ratu Mas, permaisuri Sunan Pakubuwono X. Terdapat lukisan Ratu Mas, foto-foto bersama Sunan dan putrinya, serta berbagai pernak-pernik kelengkapan beliau seperti kain batik dan aksesori.

12_allen_sentalu

Setelah itu, Anda akan dibawa mengarungi kebudayaan batik di Ruang Batik Vorstendlanden dan Ruang Batik Pesisiran. Di ruangan yang pertama, terdapat koleksi batik dari era Sultan Hamengkubuwono VII hingga Sultan Hamengkubuwono VIII. Di ruang batik yang kedua, terdapat koleksi kebaya yang dikenakan kaum peranakan mulai tahun 1870-an.

13_allen_sentalu

Perjalanan berkeliling museum belum selesai. Anda akan dibawa menuju Ruang Putri Dambaan, sebuah ruangan yang khusus dibuat untuk putri tunggal Mangkunegara VII yaitu Siti Nurul Kusumawardhani. Sesuai namanya, beliau memang adalah putri dambaan banyak pria. Kecantikannya tersohor lintas kerajaan. Di ruangan ini terdapat dokumentasi foto semasa dirinya kecil, hingga sekarang berusia 91 tahun dan tinggal di Bandung, Jawa Barat.

14_allen_sentalu

Sebelum masuk ke ruangan terakhir, Anda akan melewati Koridor Retja Landa. Ini adalah museum luar ruangan yang memamerkan arca dewa-dewi Hindu dan Buddha dari abad ke-8 masehi.

16_allen_sentalu

Sebelum mencapai pintu keluar, terdapat areal taman yang sangat indah. Di titik inilah mungkin Anda akan paham betapa cantik dan elegannya Ullen Sentalu. Taman itu ditata dengan sangat indah, sangat rindang, persis seperti taman-taman di Eropa sana. Kolam dengan bunga teratai juga mempercantik lanskapnya.

04_allen_sentalu

Selain museum, Ullen Sentalu juga memiliki Beukenhof Restaurant. Restoran ala Eropa ini menempati sebuah bangunan kolonial serta dikelilingi pepohonan rindang. Toko suvenir Muse juga hadir dalam konsep bangunan minimalis modern, namun tetap natural.

11_allen_sentalu

Museum Ullen Sentalu menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dalam negeri, khususnya Jawa, dengan cara yang tak terelakkan. Historis, luhur, sekaligus cantik dan elegan. Ini adalah museum yang wajib Anda kunjungi ketika sedang berada di tanah Jawa.

08_allen_sentalu

Alamat : Jl Boyong Kaliurang, Sleman Yogyakarta
Telepon : +62 274 895161
Website : ullensentalu.com
Email : info@ullensentalu.com
Facebook : Museum Ullen Sentalu
Twitter : @ullensentalu
Buka setiap hari Selasa s.d. Minggu. Hari Senin tutup.
Jam: 09.00 am – 3.30 pm.
Biaya Masuk :
International Rp.50.000 ( Minimum for 2 Persons)
International student Rp.50.000
Adult Rp.25.000
Local Student Rp.25.000

“Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya.” Begitulah kata sastrawan Pramoedya Ananta Toer dalam salah satu bukunya, Jejak Langkah.

*beberapa paragraf dan foto (yang tidak ada watermarknya) kita ambil dari google, karena selama di dalam museum dilarang keras mengambil foto.

Comments are closed.