Sunrise di Dataran Tinggi Dieng

Indahnya Sunrise Dieng

Halo sahabat TARAKAisME gimana kabar kalian semua ?
Semoga kalian sekeluarga selalu dalam keadaan baik dan sehat ya.

Kali ini kita mau berbagi pengalaman indah mengamati Sunrise di Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Sepertinya tidak terlalu sulit untuk menuju Dataran Tinggi Dieng, bila kita dari Jakarta kita bisa melalui jalur utara atau melalui jalur selatan. Kali ini tim TARAKAisME menuju Pegunungan Dieng melalui jalur selatan : Jakarta – tol Purbaleunyi – Rancaekek – Nagrek – Leles Garut – Majenang – Banjarnegara – Wonosoobo – Dieng. Karena kita berangkat pagi hari, maka menemukan beberapa titik kemacetan, yaitu di daerah Nagrek dan Majenang (karena ada perbaikan jalan).

Alhamdulillah dalam waktu 12 jam kita tiba di Dataran Tinggi Dieng. Jarak tempuh dari Jakarta – Dataran Tinggi Dieng sekitar 515 km (jalur selatan).

Bila rekan-rekan ibucantik.net ingin menginap di daerah Dataran Tinggi Dieng, ada baiknya sebelum gelap sudah sampai di  lokasi, karena dikhawatirkan bila hari gelap dan kabut mulai turun maka kendaraan agak sulit untuk sampai ke kompleks Dataran Tinggi Dieng. Perjalanan dari kota Wonosobo sampai Dataran Tinggi Dieng hanya 44 km, tetapi jalanan yang terus menanjak dan masih sedikit penerangan lampu jalan.

dieng

 

Setelah melewati gerbang Dataran Tinggi, kita akan segera merasakan sejuknya udara pegunungan yang cukup dingin. Di sekitar gerbang utama, kita juga bisa langsung menemukan beberapa home stay, bahkan terlihat banyaknya calo disekitar gerbang utama. Sebaiknya bila rekan-rekan belum mendapatkan home stay, jangan tergesa-gesa meminta bantuan calo, mungkin ada baiknya belok sedikit ke kanan, nanti akan terlihat Rumah Makan Dieng, disana kita bisa makan, minum, melihat tempat wisata daerah Dataran Tinggi Dieng, peta daerah sekitar, membeli perlengkapan yang sekiranya lupa terbawa, bahkan bisa bertanya mengenai homestay dan seorang pemandu untuk membantu kita menuju lokasi wisata.

rumah_makan_dieng

 

Untuk makanan di rumah makan ini relatif murah, hanya dengan Rp. 5000 kita bisa menikmati nikmatnya mie ongklok (mie khas dari Wonosobo) yummyyyy banget pokoknya 🙂 Rumah Makan ini cukup bersih baik itu lokasi makan maupun toiletnya, jadi rekan-rekan ibucantik.net gak perlu khawatir.

Dari rumah makan inilah kami mendapat informasi bahwa untuk melihat sunrise terbagus itu dari bukit Sikunir, yang tenyata berjarak sekitar 7 km. Jadi kita harus menaiki mobil sejauh 6 km sampai ke kaki bukit dan diteruskan dengan berjalan kaki menaiki bukit…heemmm seru banget nih.

penginapan_dieng

 

Rumah Makan Dieng inipun memiliki home stay untuk disewa, tetapi kita sudah memilih homestay di seberang jalan, kebetulan homestay yang kita pilih adalah homestay baru selesai dibangun, tarifnya per kamar : Rp. 150.000/ malam, dengan fasilitas 1 tempat tidur ukuran queen, lemari, kamar mandi dengan air panas. Nama home stay yang kita tempati : LOTUS (papannya blm dipasang) yg punya namanya Bapak Purwadi, ini telponnya 082326805292. Dan dari Bpk Purwadi ini kita mendapatkan orang yang akan memandu kita menuju puncak bukit Sikunir, tempat kita bisa melihat sunrise.

dieng_sikunir

 

Suhu udara malam hari sudah dingin, anak-anak sudah lengkap tidur menggunakan jaket tebal, sarung tangan, kupluk, dan kaos kaki 🙂 Jam 4 pagi kita semua sudah siap dan langsung berangkat dengan mobil menuju kaki bukit Sikunir. Perjalanan menuju kaki bukit Sikunir ditempuh sekitar 15 menit, jalanan yang lumayan rusak, sempit, gelap dan tanpa penunjuk arah. Sepertinya bila kita tidak menggunakan jasa penunjuk jalan akan tersesat untuk menuju kesini.

sikunir_sunrise

Setibanya di parkiran yang terlihat luas dan gelap, kita mulai berjalan kaki menaiki bukit. Lama pendakian sekitar 15 menit. Kondisi pendakian masih jalan setapak, gelap dan pasti licin bila habis terkena air hujan. Pada saat kita menanjak bukit Sikunir, sepertinya hanya kita ber 6, yaitu kita ber 5 ditambah 1 pemandu, jadi terbayang kan gimana serunya….jalan mendaki dalam keadaan gelap, dengan menuntun 3 orang dboys (10 tahun, 7 tahun, dan 4 tahun) hanya dengan penerangan 1 lampu hp (hal yang tidak patut ditiru adalah, senter tidak terbawa 🙁 ). Kita jalan sangat pelan-pelan karena kita berjalan menanjak di jalan setapak, dan sebelah kiri kita jurang tanpa pembatas :D. Tapi setelah kurang lebih 15 menit kita berjalan,

dieng_sunrise

 

Alhamdulillah sampai juga kita di puncak bukit Sikunir, rasanya legaa banget 🙂 Di atas bukit keadaanya masih sangat alami, hanya terlihat sedikit dataran dan 3 buah kursi dari bambu untuk duduk. Tidak berapa lama terlihat ada sekitar 4 orang naik keatas bukit, termasuk 1 orang menggunbakan ransel sangat besar, dan begitu ranselnya dibuka ternyata dia adalah seorang pedagang kopi, teh, susu, dan makanan ringan. Memang dia adalah orang asli daerah kaki bukit Sikunir yang selalu sigap untuk berjualan bila melihat ada orang yang mendaki bukit Sikunir.

sunrise_sikunir

 

Dari atas bukit ini kita bisa dengan leluasa menyaksikan indahnya matahari terbit. Subhanallah….indah sekali cahaya ketika matahari terbit bila kita berada diatas bukit Sikunir. Jam 5 pagi cahaya matahari mulai memecahkan gelapnya awan hitam, perlahan memerah hingga akhirnya muncul sang matahari dengan cahaya megahnya. Sambil menikmati secangkir teh dan kopi tak terasa sudah jam 7 pagi, suhu udara masih terasa dingin. Setelah kita menuruni bukit barulah kita bisa melihat jalan setapak yang kita lalui jam 4 pagi hari tadi, hehe ternyata cukup menantang lho.

dieng_jawatengah

 

Setelah menuruni bukit kita baru menyadari bahwa lokasi parkir mobil kita berada di tepi telaga yang cukup luas, nama telaganya Telaga Cebong, menurut mitos disana satahun sekali akan muncul ikan sangat besar sepanjang 25 meter.

bukit_sikunir

 

Ternyata untuk masuk ke lokasi bukit Sikunir ada biaya retribusi sebesar Rp. 3000/ orang. Tapi karena kita dateng jam 4.15 pagi, loket tersebut belum buka. Di lokasi parkir terdapat 2 buah toilet (kondisi seadanya).

telaga_cebong

 

Ternyata wisata di Dataran Tinggi Dieng tidak hanya ini lho, masih ada beberapa tempat wisata di sekitar Dtaran Tinggi Dieng yang wajib kita kunjungi. Silahkan lihat perjalanan kita selanjutnya selama di komplek Dataran Tinggi Dieng 🙂

dieng_wonosobo

Jangan lupa bawa : perlengkapan sholat, cemilan, senter, pisau serba guna, obat-obatan, kupluk, sarung tangan, kaos kaki, jaket tebal

Disarankan : bawa uang cash (ada ATM bersama), masuk ke lokasi Dieng sebelum gelap (menghindari susahnya menanjak karena kabut turun)

Jangan dilakukan : buang sampah sembarangan, mencoret/ merusak kondisi alam

*sedikit informasi, setiap tanggal 1-3 Juli tiap tahunnya di Dieng selalu ramai karena ada acara ritual cukur rambut gembel. Dan setiap bulan Juli tengah sampai Agustus awal suhu di Dieng bisa mencapai titik beku, karena embun air yang berada daun akan menjadi es.

*semua foto-foto ini milik pribadi TARAKAisME

Comments are closed.