Wisata Dataran Tinggi Dieng

Cerita ini adalah kelanjutan perjalanan TARAKAisME setelah menyaksikan indahnya Sunrise di Dataran Tinggi Dieng, yaitu dari atas Bukit Sikunir.
Seturunnya kita dari Bukit Sikunir, kita langsung menuju kawah Sikidang, kawah yang masih terdapat banyak asap belerangnya. Luas area cukup luas, dan di pintu masuk terdapat menara untuk mengawasi kondisi kawah. Asap kawah ini sebenarnya berbahaya, jadi disarankan bila kita ingin mendakat agar menggunakan masker penutup hidung.

kawah_sikidang

Di area tempat parkir Kawah Sikidang terdapat banyak penjual souvenir yang berhubungan dengan Dieng, mulai dari kupluk, selendang, kaos, celana, topi yang semuanya bertuliskan Dieng. Bahkan dijual buah khas Dieng, yaitu buah Carica yang sudah dikemas dalam botol berupa manisan. Ada juga yang menjual beraneka kerajinan besi putih “monel” dalam bentuk gelang, cincin, penggaruk punggung, pengorek kuping, semuanya berbahan monel (konon tidak akan karat dan berubah warna). Untuk harga bervariasi, mulai dari Rp. 5.000 – Rp. 50.000.

carica_dieng 

Keluar dari Kawah Sikidang, kita akan melewati Candi Bima, sebuah candi yang berdiri sendiri tepat di pintu masuk Kawah Sikidang.

candi_bima

Setelah dari Candi Bima, kita pergi menuju museum Dieng, yang terletak tidak jauh dari Candi Bima.

museum_dieng

Dari tempat museum, kita bisa berjalan kaki menuju kompleks Candi Arjuna, candi yang sepertinya wajib untuk dikunjungi semua orang bila ke lokasi Dieng.

candi_dieng

Di tempat parkir museum juga terdapat candi yang berdiri sendiri, namanya candi Gatot Kaca. Sayang sekali kita tidak bisa masuk ke dalam museum karena tutup, jadi kita hanya bisa melihat dari luarnya saja.

candi_arjuna

Dari lokadi museum, kita melanjutkan ke lokasi Telaga Warna, yaitu lokasi terdapat 2 telaga, yang bila terkena cahaya matahari dari permukaan air mengeluarkan warna yang bebeda-beda. Kadang warna biru, hijau, kuning, merah, tapi kondisi ini sangat tergantung posisi matahari.

telagawarna

Untuk masuk Telaga Warna ini kita membayar tiket Rp. 6.000/ orang. Di dalam lokasi Telaga Warna kita bisa berjalan-jalan mengelilingi Telaga yang ternyata di bagian tengah waduk terdapat beberapa gua (yang biasa digunakan orang sekitar untuk bersemedi), bahkan ada monumen Gajah Mada berwarna emas yang diresmikan tahun 2008. Dari lokasi telaga Warna inipun kita bisa berjalan kaki menuju Dieng Theatre, dengan menaiki tangga. Tetapi kita memilih menggunakan mobil untuk ke lokasi Dieng Theatre tersebut 🙂

telagawarna_dieng

 

Dieng Theatre adalah semacam bioskop yang memutar film tentang Dieng, mulai dari kekayaan alam, sejarah terbentuknya Dieng, lokasi wisata sekitar, kehidupan adat sekitar Dieng, termasuk anak berambut gimbal. Untuk masuk theatre ini biayanya Rp. 4.000/ orang. Lamanya film sekitar 15 menit. Film ini sangat bagus dan wajib untuk ditonton. Ternyata theatre ini baru diresmikan oleh Presiden SBY tahun 2008 lho. Ohya jangan lupa membeli cemilan khas daerah Dieng pada saat menonton yaitu kentang goreng crispy dan jamur goreng crispy, enaakk banget lho dingin-dingin makan cemilan ini 😀

dieng_theatre

 

Gak terasa sudah jam 11.oo jadi waktunya kita harus balik ke home stay untuk siap-siap meneruskan perjalanan. Untuk jasa pengantar kami memberi tips Rp. 130.000, menurut orang sekitar jasa untuk mengantar sampai bukit Sikunir Rp. 100.000, tapi karena kita diantar sampai keliling Dieng seharian akhirnya kita bayar lebih dari biasanya.

Comments are closed.